0

Orang Tua

Posted by karen on Oct 20, 2009 in Orang Tua

Orang tua itu adalah wakil Tuhan, maka hormatilah beliau seperti Anda menghormati Tuhan, meskipun mereka salah.

Bukankah Anda ingin kalau anak-anak Anda berlaku santun ketika Anda salah?
Kalau orang tua bilang “Jangan begitu!”….bilang saja “iya…betul….”

Ketika kita tahu bahwa orang tua kita salah, tetaplah jaga harga diri mereka (Jangan pernah membuat mereka malu atau tersinggung).

Berapa banyak anak-anak di bumi ini yang pengetahuannya lebih tinggi dari orang tuanya? Saya tahu bahwa Anda semua lebih pandai dan lebih tahu soal dunia dibandingkan dengan orang tuanya. Namun Anda harus tetap berlaku santun di hadapan orang tua Anda, meskipun mereka salah atau bodoh atau keras kepala atau idiot atau underdog atau super-idiot atau tolol atau super goblok setengah mati atau semuanya komplit.

“Anda akan menuai apa yang Anda Tabur”

Sumber: Pak Mario Teguh + opini pribadi

 
0

Hidup Anda Janganlah Seperti Babi, Jadilah Seperti Sapi!

Posted by karen on Oct 10, 2009 in Nilai luhur Sapi

Binatang babi dianggap haram oleh umat muslim di seluruh dunia dan nama hewan ini sering digunakan untuk mengejek/memaki orang lain. Sedangkan hewan sapi dianggap suci di negara india dan merupakan teman bagi petani-petani tradisional.

Perbedaan antara kehidupan sapi dengan kehidupan babi adalah: sapi memberikan manfaat kepada manusia selama masih hidup (diambil susunya dan dipakai tenaganya untuk membajak sawah) dan setelah mati (diambil dagingnya), sedangkan hewan babi selama hidupnya lebih suka makan, cuma bisa memberikan manfaat kepada manusia setelah mati (ketika dipotong dan diambil dagingnya).

Maksudnya adalah selama Anda masih hidup, maka banyaklah memberi/menolong orang lain, bukan “memberi” setelah Anda meninggal (contohnya: warisan) .

Sumber: Shifu Yonathan Purnomo (seminar)

 
0

Upacara Ikat Kucing di Pohon

Posted by karen on Sep 29, 2009 in Upacara Ikat Kucing di Pohon

Pada suatu hari ada seorang guru spiritual yang tinggal di sebuah desa. Sang guru memiliki seekor kucing peliharaan yang sudah ia rawat sejak lama.

Di setiap guru tersebut melakukan ritual keagamaannya, kucing peliharaannya selalu berisik (meoong…meoong…) sehingga mengganggu konsentrasi murid-muridnya yang sedang ikut ritual.

Akhirnya munculah ide sang guru tersebut supaya setiap ritualnya tidak terganggu oleh suara kucing peliharaannya.

Disetiap akan mulai ritual agamanya, sang guru mengikat kucing peliharaannya di pohon terdekat dan disumpal mulutnya.

Kegiatan mengikat kucingnya di pohon sebelum mengadakan ritual dilakukan sang guru hingga bertahun-tahun lamanya.

Dan setelah sekian lama, akhirnya murid-murid yang telah ia didik tersebut berpencar ke seluruh penjuru dunia untuk menyebarkan agama yang telah diajarkan oleh sang guru.

Dan celakanya…

Murid-muridnya hingga sekarang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh sang guru terdahulu ketika akan memulai upacara spiritualnya, yaitu: mencari seekor kucing untuk diikat ke pohon terdekat dan disumpal mulutnya.

Sumber cerita: Dr. Bayu (radio smart FM tgl 28/09/09)

Copyright © 2010 VOUCER All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.4.2 theme from BuyNowShop.com.